08.00 s/d 20.00
Beranda » Artikel Terbaru » APAKAH ANAK TRANTRUM MERUPAKAN ANAK NAKAL?

APAKAH ANAK TRANTRUM MERUPAKAN ANAK NAKAL?

Diposting pada 18 April 2019 oleh doharbybornaing

Tanpa kita sadari, masih kita temukan beberapa orang beranganggapan bahwa anak tantrum adalah anak yang nakal. Bahkan ada yang mengatakan bahwa mereka merupakan anak yang susah diatur. Tantrum pada anak dapat diartikan menjadi salah satu bentuk yang paling umum dari perilaku yang  bermasalah, biasanya ditandai dengan sikap keras kepala, menangis, menjerit, berteriak, menjerit-jerit, pembangkangan, mengomel marah sampai tujuan yang diinginkannya dapat terpenuhi.

Kondisi ini sebenarnya normal terjadi pada anak, bahkan bisa dianggap sebagai bagian dari proses perkembangannya. Bahkan tantrum dapat dijadikan sebagai pengukur dari kekuatan pengembangan karakter anak tersebut.

Sikap tantrum cenderung menurun dalam frekuensi dan intensitas begitu anak tumbuh. Hal tersebut dikarenakan selama masa tumbuh kembang, seorang anak akan menguji batasan dirinya, mendapatkan otonomi, menyentuh segala sesuatu di hadapannya, memiliki luapan energi, dan bisa jadi sangat keras kepala. Tantrum umumnya terjadi karena anak memiliki emosi yang kuat yang mereka tidak mengerti bagaimana caranya untuk menanggapinya.

Setiap anak akan mengalami yang namanya tantrum. Hal tersebut sangat wajar dialami oleh anak-anak. Bukan saja anak-anak bahkan seseorang pada masa dewasa atau seorang wanita pun ternyata mengalami yang namanya tantrum. Pada dasarnya jika anak-anak mengalami tantrum karena mereka tidak mengerti bagaimana cara mengungkapkan emosi atas keinginan mereka yang tidak terpenuhi.

Sedangkan seseorang pada masa dewasa dan wanita mengalami tantrum karena sikap frustasi yang terjadi atas keinginan mereka yang sama-sama tidak terpenuhi. Jadi apakah dengan begitu, seseorang pada masa dewasa dan wanita yang mengalami tantrum dapat dikatakan orang yang nakal dan tidak bisa diatur?

Untuk mengatasi masalah tersebut, kita sebagai orang tua harus sudah mengetahui hal-hal apa yang harus kita lakukan jika anak-anak kita mengalami tantrum. Berikut adalah caranya:

  1. Pelukan Orangtua Dibutukan Jika Sang Anak Sedang Tantrum

Pelukan merupakan ungkapan kasih sayang yang sangat ampuh antara orangtua dan anak. Seperti diketahui, kondisi stres dapat memicu produksi hormon kortisol pada tubuh. Sedangkan sistem saraf otonom pada anak belum cukup berkembang untuk mengatur emosi-emosi pada skala besar. Dengan adanya pelukkan dari orang tua hormon endorfin dalam tubuh sang anak menjadi berproduksi.  Hormon ini berfungsi untuk mengurangi ketegangan saraf dan bermanfaat membawa sistem saraf mereka ke keadaan seimbang.

  1. Berprilaku CuekTerhadap Sang Anak
     

Tidak ada yang bisa Anda lakukan saat ini untuk membuatnya menjadi lebih baik. Jadi bersabarlah dan ingat ini adala fase yang wajar yang dialami oleh seorang anak. Yang bisa kita lakukan sebagai orangtua adalah bersikap cuek terhadap anak yang sedang tantrum. Berilah mereka waktu untuk meluapkan emosi yang sedang mereka rasakan.

Sementara itu, Anda bisa melakukan aktivitas yang lain seperti main hape, baca buku, atau beristirahat sejenak. Saat ia capek merengek, tantrum pun akan menghilang. Jika sang anak tantrum di depan umum anda merasa tidak nyaman, bawalah mereka ke ruangan yang lebih sepi kemudian biarkan mereka meluapkan emosinya sampai reda.

  1. Jangan Pernah Membujuk Atau Menjanjikan Suatu Hal Terhadap Anak Yang Sedang Tantrum

Tujuan tantrum adalah untuk mendapatkan perhatian dari Anda serta memenuhi keinginan mereka agar anda mengabulkannya. Saat Anda membujuk atau memaksa si kecil untuk menghentikan rengekannya, artinya Anda melakukan suatu perjanjian dengan anak anda.

Seorang Anak memiliki ingatan tajam terhadap suatu janji,jika hal tersebut ditepati artinya anda mendorong anak untuk melakukan tantrum di kemudian hari karena ia berhasil mendapatkan apa yang ia mau. Akan tetapi jika anda mengingkarinya, mereka merasa sakit hati dan kecewa sehingga tumbuhlah kebiasa ingkar dalam kepribadian mereka.

  1. Jangan Memarahi Atau Memukul Anak Yang Sedang Tantrum
     

Pada dasarnya memarahi anak akan berdampak pada pertumbuhan mereka. Apa saja yang akan menjadi dampaknya:

a. Sering dimarahi orangtua akan membuat anak selalu merasa bersalah bahkan takut untuk melakukan kesalahan, sehingga kepercayaan diri anak terkikis.

Akibatnya, anak memilih untuk selalu berada di zona nyaman yang membuatnya terbebas dari amarah orangtua. Bahkan, tak menutup kemungkinan anak jadi enggan melakukan apapun.

b. Dengan memarahi anak akan menghasilkan anak yang egois. Setelah memarahi anak, mungkin  anda akan merasa sedikit lega karena amarah dalam hati berkurang. Namun, tahukah anda bahwa hal ini akan berdampak buruk pada psikologis si kecil. Sering mendapat amarah karena hal sepele akan membuat anak tumbuh egois dan keras kepala.

Hal ini dilakukan anak sebagai bentuk perlindungan diri dan menutupi kebencian serta tersakiti akibat amarah orangtua. Jika kondisi ini terus berlanjut, ia menjadi pribadi yang hanya memikirkan dirinya sendiri dan sulit menerima kritik orang lain.

c. Anak akan tumbuh menjadi anak yang pemberontak. Awalnya anak mungkin akan menurut karena takut dengan amarah orangtua, namun tahukah anda bahwa hal ini biasanya tak akan bertahan lama.

Perlahan, anak akan membela diri sendiri dan selanjutnya berani berbicara kasar dan menentang orangtua. Apapun yang dilakukan orangtua tak akan dirasa benar di benak anak karena anak lelah dimarahi, diatur terus menerus oleh orangtua.

Selain itu, sering dimarahi akan membuat anak merasa tak lagi berharga sehingga membuat anak berani membangkang keinginan orangtua.

d. Anak akan tumbuh menjadi apatis. Dalam beberapa kasus, tak sedikit anak yang sering dimarahi orangtua tumbuh menjadi pribadi yang apatis. Anak akan tumbuh menjadi sosok yang kurang peduli dengan lingkungan sekitar dan hanya peduli terhadap kepentingannya sendiri.

Untuk itu, penting untuk kita sebagai orang tua harus menahan diri saat timbul keinginan memarahi dan membentak anak. Hati anak ibarat semen basah, dimana kata-kata yang Anda lontarkan akan membekas hingga ia dewasa.

Jadi untuk orang tua diluar sana,sudah saatnya kita tidak beranggapan lagi bahwa anak tantrum merupakan anak yang nakal. Bersikaplah lebih sabar dan bijak dalam menangani hal tersebut. Ingatlah bahwa buah tidak jatuh dari pohonnya. Apa yang anak anda lakukan mungkin pernah anda lakukan ketika anda masih kecil. Dan anak merupakan peniru bagi orangtuanya yang baik.

Salam Sayang,

DoharbyBornaing

WA 089625809906 /08989506003
Web : https://pakaiananakperempuan.com

IG     : @doharbybornaing

FB     : DOHARSHOP

 

 

 

 

Bagikan informasi tentang APAKAH ANAK TRANTRUM MERUPAKAN ANAK NAKAL? kepada teman atau kerabat Anda.

APAKAH ANAK TRANTRUM MERUPAKAN ANAK NAKAL? | Pakaian Anak Perempuan

Belum ada komentar untuk APAKAH ANAK TRANTRUM MERUPAKAN ANAK NAKAL?

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Temukan Kami

Alamat Lengkap Kami

Jln Sriwijaya Blok C5 No 1 RT/RW 04/07

Kelurahan Kedung Badak Kecamatan Tanah Sareal

Cimanggu Permai, Bogor 16164

Sidebar Kiri
Kontak
Cart
Sidebar Kanan